Persembahan dari Al-Kahfi Untuk Hari Pahlawan

Jajaran pengurus Yayasan Al-Kahfi Pusat dan STID Al-Hadid berfoto bersama dalam momen Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017 Jajaran pengurus Yayasan Al-Kahfi Pusat dan STID Al-Hadid berfoto bersama dalam momen Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017

Bulan November adalah bulan yang memiliki arti penting bagi Bangsa Indonesia. Pada bulan itu, tepatnya 72 tahun yang lalu, adalah saat dimana peristiwa 10 November terjadi. Yakni peristiwa besar dimana masyarakat Indonesia, yaitu di Kota Surabaya, angkat senjata menghadapi pertempuran yang besar demi mempertahankan kemerdekaan negeri ini. Oleh karena itu, untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan, seluruh rakyat Indonesia memperingatinya sebagai Hari Pahlawan. Tak terkecuali dengan Yayasan Al-Kahfi. Sebagai bagian dari Bangsa Indonesia, Yayasan Al-Kahfi juga terpanggil untuk turut serta dalam memperingati momen bersejarah tersebut sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar para pahlawan pejuang kemerdekaan.

Persiapan Acara

Menanggapi surat edaran dari Pemerintah Kota Surabaya, dengan nomor surat: 003.3/r08- ...436.3.1/2017 tertanggal 26 Oktober 2017 mengenai Peringatan Hari Pahlawan, Rabu, tanggal 2 November 2017, diselenggarakan rapat persiapan peringatan hari pahlawan oleh jajaran pengurus Yayasan Al-Kahfi beserta beberapa orang staf guna membentuk panitia penyelenggara sekaligus format pelaksanaan peringatan hari pahlawan di tiap-tiap kantor di Yayasan Al-Kahfi. Dari rapat itu dihasilkan ketetapan bahwa seluruh elemen Yayasan Al-Kahfi, baik di kantor pusat maupun kantor cabang/perwakilan di seluruh Indonesia, akan memperingati Hari Pahlawan dengan melaksanakan seluruh kegiatan sebagaimana yang dihimbau oleh pemerintah. Kegiatan tersebut meliputi: 1) pemutaran lagu-lagu perjuangan sejak 3 November 2017, 2) pengibaran bendera merah-putih, 3) mengenakan pakaian ala pejuang selama 2 hari (di kantor pusat), 4) memakai pin merah-putih, dan 5) mengheningkan cipta tepat pada pukul 08.15 WIB selama 60 detik.

Panitia pun bergegas cepat mengingat waktu yang tersedia cukup singkat. Seusai rapat diadakan, semua divisi langsung bergerak. Divisi perlengkapan dengan gerak cepat melakukan survey ke beberapa tempat untuk mencari pakaian ala pejuang yang tepat untuk momen ini. Selang satu hari kemudian, mereka melakukan fitting baju kepada seluruh karyawan yayasan Al-Kahfi. Mulai dari dosen, staf, pengurus yayasan, sampai dengan satpam dan petugas kebersihan kampus, bergantian mengukur ukuran baju yang tepat agar segera dapat disediakan oleh panitia.

Bukan hal yang cukup mudah untuk mendapatkan baju yang nyaman dikenakan sekaligus mampu memenuhi kebutuhan seluruh karyawan. Anggota divisi harus melakukan penyisiran ke belasan toko pada beberapa pasar dan mall yang ada di Surabaya. Ketersediaan di masing-masing toko serta ukuran baju yang variatif menjadi tantangan tersendiri. Alhamdulillah, hanya dalam waktu 3 hari, panitia di pusat, mampu memenuhi 151 setelan pejuang dengan aksesorisnya untuk seluruh karyawan di lingkungan yayasan al-Kahfi Pusat.

Begitu pula adanya pada divisi acara. Untuk menciptakan momen yang penuh dengan penghayatan dan penghormatan kepada kiprah perjuangan yang dilakukan oleh para pejuang 10 November, anggota tim melakukan riset pustaka untuk menyiapkan bahan-bahan tambahan sebagai pra kondisi sebelum prosesi mengheningkan cipta dilaksanakan. Hasilnya, dirancang sebuah narasi sebelum dilaksanakan mengheningkan cipta. Pra kondisi itu dibentuk dengan tata urutan langkah, yakni; 1) pemutaran rekaman teks proklamasi Soekarno, 2) pemutaran lagu hari Merdeka, 3) pembacaan narasi latar belakang sejarah 10 November, 4) pemutaran pidato Bung Tomo, dan 5) pembacaan narasi peristiwa 10 November 1945 dan pengaruhnya. Narasi ini kemudian ditetapkan juga sebagai protap internal pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan di seluruh cabang dan kantor perwakilan Yayasan Al-Kahfi yang menyelenggarakan.

Pelaksanaan

Sebagaimana arahan pemerintah, pemutaran lagu-lagu perjuangan di lingkungan kantor dan pendidikan telah dilaksanakan mulai pada hari Jumat tanggal 3 November. Setiap hari, sejak pukul 08.00 hingga pukul 09.00 WIB, alunan lagu-lagu perjuangan dapat didengar dari berbagai sudut gedung STID AL Hadid, Yayasan Al-Kahfi. Mulai dari ruang kerja karyawan, ruang kelas, taman tempat diskusi, perpustakaan, kantin, dan selasar-selasar gedung, lagu-lagu bernuansa perjuangan mengiringi semua elemen yang ada di lingkungan yayasan al-Kahfi pusat. Para dosen, staf ataupun mahasiswa tampak lebih bersemangat dengan iringan lagu-lagu perjuangan yang menghentak dan membangkitkan semangat. Hal yang sama pun terjadi di seluruh kantor cabang dan perwakilan Al-Kahfi di seluruh Indonesia. Lagu perjuangan yang diputar membangkitkan rasa nasionalisme sekaligus menghantarkan kembali nuansa perjuangan para pahlawan di masa lalu.

Atmosfer hari Pahlawan semakin terasa pada hari kamis tanggal 9 November. Saat memasuki pintu gerbang kampus STID, satpam telah berbaris rapi dan mengenakan setelan baju coklat muda layaknya barisan pejuang yang siap menyambut kawan-kawannya di markas para pejuang. Di hari itu, seluruh karyawan di kantor pusat terlihat datang berseragam mengenakan setelan ala pejuang. Tak lupa pula, pin bendera merah putih tersemat di sisi kiri baju, pin garuda di sisi kanan, serta atribut sabuk yang membuat semakin menyerupai para pejuang.

Meski harus mengenakan setelan khusus beserta segala atributnya sejak berangkat dari rumah, hal tersebut tak lantas membuat para karyawan merasa malu atau takut diolok-olok. Sebaliknya, sebagian besar terlihat ceria dan bangga. Ini bisa teramati dari gurat senyum dan tawa mereka yang tampak lebih bersemangat melakoni peran kesehariannya. Bahkan ada sebagian yang tampak yang sangat bangga mengenakan setelan pejuang itu. Mereka kenakan setelan itu dan atributnya selama perjalanan berangkat dan pulang dari kantor di kejawan tanpa penutup jaket atau sebagainya.

haripahlawan2 haripahlawan3
haripahlawan4 haripahlawan5
haripahlawan6 haripahlawan7
haripahlawan8 haripahlawan9
Semangat dan rasa bangga karyawan dan tenaga pengajar di lingkungan Yayasan Al-Kahfi ketika mengenakan setelan pejuang pada momen Peringatan Hari Pahlawan 2017


Prosesi Acara Mengheningkan Cipta

Di Hari Pahlawan, 10 November, para pengurus dan tenaga kerja datang 30 menit lebih awal dari biasanya yakni pukul 07.30 WIB. Hal ini sesuai dengan pengaturan panitia, dengan tujuan agar prosesi mengheningkan cipta bisa dilakukan tepat pada pukul 08.15 sesuai arahan Pemerintah. Sebelum acara prosesi dimulai, panitia di kantor pusat juga telah mengibarkan bendera Merah Putih, baik di halaman gedung dan juga di sisi kanan serta kiri pintu gerbang kampus STID.

Sejak pukul 07.40, seluruh karyawan diarahkan untuk mempersiapkan diri di meja kerja masing-masing. Melalui pengeras suara, satu demi satu pengantar kegiatan kemudian dibacakan oleh narator beserta tata tertib teknis selama mengheningkan cipta. Setelah selesai, sebagaimana yang telah direncanakan dalam pra kondisi, didengarkan suara rekaman pembacaan teks proklamasi oleh Ir. Soekarno, lalu disusul dengan pemutaran lagu “Hari Merdeka”. Kronologis ini untuk memberikan nuansa psikologis yang terjadi sebelum peristiwa 10 November 1945, dimana pertempuran tersebut adalah pertempuran pertama pasca proklamasi kemerdekaan untuk mempertahankan kemerdekaan.

Sesaat setelah lagu selesai diputar, narator mulai membacakan sejarah singkat latar belakang peristiwa 10 November 1945 dan disusul dengan rekaman pidato Bung Tomo dengan suara yang menggelegar. Seluruh elemen Al-Kahfi yang hadir dan sedang mendengarkan pidato itu, nampak begitu takzim menyimak kalimat demi kalimat yang disampaikan dalam pidato tersebut. Sambil menundukkan kepala, tak jarang terlihat beberapa orang terisak ataupun berlinang air mata membayangkan perjuangan para pahlawan di kala itu. Narasi kemudian dilanjutkan dengan gambaran besarnya peristiwa 10 november 1945 yang memakan banyak korban serta pengaruhnya pada perjuangan masyarakat indonesia. Hal ini membuat yang mendengarnya mampu membayangkan besarnya jasa dan pengorbanan yang dilakukan oleh para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan.

Seusai sesi pra kondisi dan sesaat menjelang pukul 08.15 WIB, lewat aba-aba dari narator, seluruh pengurus yayasan dan karyawan diarahkan untuk berdiri. Meski berada di tempat terpisah karena sekat ruangan, namun dalam satu komando tersebut, semuanya pun terlihat berdiri secara serempak. Prosesi mengheningkan cipta pun dimulai pada pukul 08.15 selama 1 menit lamanya. Selama 60 detik itu, suasana menjadi hening. Seluruh krayawan Yayasan Al-Kahfi tampak khusyuk dalam prosesi tersebut. Kemudian setelah selesai, para karyawan pun dipersilakan duduk kembali dan melanjutkan aktivitas pekerjaannya masing-masing.

haripahlawan10
Peringatan Hari Pahlawan sebagai upaya merenungi jasa perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Demikian pula pelaksanaan prosesi mengheningkan cipta di kantor-kantor perwakilan, dengan narasi dan persiapan serupa, dilaksanakan juga pada tepat pukul 08.15. Untuk memberikan nuansa khusus pada peringatan hari pahlawan, bahkan di beberapa kantor perwakilan, mengenakan busana daerah, ataupun pakaian bernuansa merah putih.

haripahlawan11
Suasana prosesi mengheningkan cipta di kantor cabang perwakilan Al-Kahfi di Bekasi yang diikuti oleh sebagian adik-adik relawan.

Persiapan yang matang, meski dalam waktu yang singkat, membuat peringatan hari Pahlawan yang diadakan oleh Yayasan Al-Kahfi terasa begitu khidmat dan berkesan. Di antara peserta peringatan, bahkan ada yang mengungkapkan bahwa peringatan hari Pahlawan kali ini benar-benar memberi bekasan yang berbeda. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Muh. Affandi, salah seorang staf BAAK STID Al-Hadid yang mengikuti prosesi mengheningkan cipta di lingkungan Yayasan Al-Kahfi.

“Jujur dari sekian banyak momen mengheningkan cipta yang saya ikuti di beberapa upacara peringatan 10 November, baru kali ini yang benar-benar menyentuh. Ada rasa haru, bangga dan syukur atas perjuangan arek-arek surabaya. Saya sempat berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada mereka yang rela berkorban nyawa untuk kemerdekaan Indonesia dan Surabaya. Tanpa jasa mereka, saya tidak tahu nasib bangsa dan Surabaya kita seperti apa sekarang. Perjuangan mereka insya Allah sangat menginspirasi saya untuk makin bisa berkreasi dan bermanfaat bagi bangsa dan masyarakat.”, tandasnya.

Demikian halnya dengan penggunaan setelan pejuang juga mendapatkan respon yang begitu positif. Tidak hanya dari kalangan anggota tetapi juga masyarakat umum. Hal tersebut seperti yang diungkapkan sebagai berikut:

“Ketika memakai baju pahlawan, awalnya saya ditertawai kakak saya. Saya dikira mau ikut karnaval. Lalu saya jelaskan bahwa ini peringatan hari Pahlawan di kantor. Akhirnya respon kakak menjadi kagum. Jarang-jarang instansi yang merayakan sampai memakai baju pahlawan serempak selama 2 hari. Bahkan instansi pemerintah tempat kakak saya kerja (Dishub) pun tidak menganjurkan atribut seperti itu. Dia salut pada STID, meskipun sekolah tinggi Islam swasta, tetapi semangat nasionalisme-nya melebihi sekolah negeri.” Ujar M. Nurrokim, salah seorang dosen STID al-Hadid.

Hal senada juga disampaikan oleh M. Eric Rufianto, salah seorang tenaga pengajar Yayasan Al-Kahfi, “Saya merasa bangga karena baru pertama kalinya memakai baju seperti ini. Namun dengan memakai itu saya merasakan semangat perjuangannya, merasa seperti ada tanggung jawab moril dalam diri pribadi, saya harus bisa melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan. Apalagi kebersamaan dengan semua rekan-rekan yang memakai baju sama, semakin memacu diri untuk bisa seperti mereka, meneladani semangat juang mereka, dan meneruskan perjuangan membangun bangsa, negara dan agama.”, ungkapnya.




fbshare  
Last modified onThursday, 14 December 2017 06:12
Rate this item
(5 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Hubungi Kami

  • phone2016-model1

Login or Register

Facebook user?

You can use your Facebook account to sign into our site.

fb iconLog in with Facebook

LOG IN

Register

User Registration
or Cancel