MENGANALISIS PELAKU FITNAH BUKU PROGRAM PELAJAR JAKARTA BERKARAKTER

Pengantar

Saya menggunakan pendekatan sejarah dakwah Yayasan Al Kahfi di Jakarta sebagai bahan analisis untuk menentukan kira-kira siapa pelaku fitnah buku Program Pelajar Jakarta Berkarakter beserta target-targetnya.

Barangkali dapat menjadi masukan bagi pihak-pihak terkait, baik sekolah, Disdik atau masyarakat. Untuk pertimbangan hukum dan tidak membuka luka lama, saya tidak menyebutkan nama dan organisasinya, namun bagi pelaku-pelaku dakwah di Jakarta akan dapat menyimpulkan dengan jelas.

Sejarah Dakwah Yayasan Al Kahfi di Jakarta

  1. Setelah sukses membina pelajar SLTA di berbagai kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dari dekadensi moral, kejumudan dan radikalisasi agama, tahun 2009 mencoba masuk ke Jakarta. Namun sekolah-sekolah SLTA pada bidang Rohisnya sudah dibina oleh organisasi dakwah tertentu. Untuk menghindari konflik, kami hanya membina kegiatan ekstra yang tidak ditanganinya. Dalam perkembangan, beberapa  anak-anak Rohis ada yang ikut kajian Al Kahfi dan jumlahnya setiap waktu terus bertambah. Beberapa sekolah  meminta secara resmi agar Al Kahfi membina Rohis di samping  organisasi dakwah yang ada, untuk menambah wawasan keagamaan siswa dari perspektif lain.

    Setelah itu muncul fitnahan, menyatakan Al Kahfi organisasi ilegal, aliran sesat, menuhankan akal dan mengajarkan garis keras. Cara kerjanya dengan membuat ciri-ciri aliran sesat tapi diarahkan ke ciri-ciri Al Kahfi. Fitnah disebarkan orang per orang kepada guru dan siswa. Menyikapi ini, dibuatlah materi Anti Fitnah. Selain menjawab apa yang dituduhkan, juga mengajarkan untuk kritis terhadap informasi yang mengandung fitnah, dan mengecek kebenarannya dengan membuktikan sendiri.

  2. Tahun 2011, Al Kahfi bekerjasama dengan Universitas Al-Azhar Indonesia dalam penyelenggaraan ESA, diikuti +400 pelajar se-DKI Jakarta. Fitnah berkembang melalui sms broadcast: “JIL mulai masuk ke sekolah di Jakarta atas nama Yayasan Al Kahfi bekerjasama dengan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) dan Universitas Paramadina. Tujuannya adalah meliberalkan (men-JIL-kan) pemahaman pelajar-pelajar di Indonesia dan menghapus ROHIS dari SMA.” Dalam broadcast yang lain dinyatakan Al Kahfi melakukan ‘cuci otak’ kepada peserta kegiatannya.

    Di tingkat sekolah, fitnah ini ada yang dilakukan oleh alumni maupun anggota rohis. Seperti yang pernah terjadi di salah satu SMA Negeri di Jakarta Timur. Siswa yang belum mengenal ESA dihasut, yang sudah mengikuti diintimidasi, disidang dan mendapat ancaman. Akhirnya perwakilan Al Kahfi datang mengklarifikasi langsung. Kepala sekolah mewadahi dengan menghadirkan wakasek, pembina rohis, guru, alumni dan anggota rohis dalam satu forum. Hasilnya, alumni tersebut menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan tuduhannya tidak benar. Peristiwa serupa juga terjadi di sekolah-sekolah lainnya.

  3. Maret 2012 fitnah merambah ke media sosial. DW, Anggota Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Jadebek Maret 2012-2013, membuat tulisan “Rohis Diguncang Al Kahfi atau dikenal Islamic Center”. Di dalamnya menyatakan Al Kahfi diperkirakan Syiah, JIL dan aliran sesat. Pesan ini disebar melalui yahoogroup, blog dan media sosial lain. Opini semakin meluas dengan terbitnya artikel salah satu majalah Islam di ibukota, menyebutkan Al Kahfi sebagai organisasi Islam liberal yang mengincar pelajar. Melalui proses klarifikasi langsung, majalah tersebut memberikan hak jawab dan menyampaikan permintaan maaf atas laporan yang tidak lengkap dan menimbulkan salah persepsi

  4. April 2012, tidak cukup dituduh sebagai bagian dari Syiah, JIL, dan aliran sesat, Al Kahfi juga dituduh sebagai jaringan NII. Kali ini dari salah satu organisasi di Jakarta. Melalui tulisan-tulisan di website resminya dan seminar ke sekolah-sekolah, digambarkan sebagai modus baru gerakan NII.

  5. Menghadapi fitnah yang terus meluas dan tidak terkendali, Al Kahfi memutuskan menggunakan jalur hukum. Juli 2012, melalui kuasa hukum Taufik Basari & Associates mengeluarkan somasi kepada pihak-pihak terkait.

  6. Tahun 2013, pihak yang memfitnah Al Kahfi menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ada yang disampaikan melalui website resminya, dan ada yang panjang prosesnya, baru mau meminta maaf setelah dilaporkan ke kepolisian (link berita terkait).

Fitnah Buku PPJB 2015 dan Efeknya

  1. Tahun 2014, Al Kahfi menjalin kerjasama dengan Disdik Prov DKI dalam program pembentukan karakter pelajar melalui kegiatan ESA. Tujuannya adalah menanggulangi karakter remaja yang cenderung pada radikalisme, fundamentalisme dan perilaku menyimpang. Kerjasama berjalan lancar, banyak sekolah yang ikut menyelenggarakan ESA, respon siswa dan guru positif. Sebaliknya, kegiatan agama di sekolah yang mengarah pada fundamentalisme jadi semakin ditinggalkan.

  2. Pertengahan 2015, Disdik Prov DKI setuju memperpanjang kerjasama ini, dan pendidikan karakter bisa diselenggarakan semakin luas. Tidak lama kemudian muncul fitnah kepada buku PPJB, kali ini disebut Al Kahfi menyebarkan atheisme. Dalam hitungan hari, dari sosial media lalu ramai di berita online, dan masuk liputan TV. Beberapa tokoh dan pakar diminta berkomentar, semula yang isunya hanya sebatas mengajarkan atheisme, berkembang jadi menyalahkan metode, kredibilitas penulis, instruktur, sampai dianggap membenarkan terorisme dan berpotensi menghancurkan NKRI. Karena tokohnya dipandang sebagai ahli, banyak yang menerima dan mengikuti.

  3. Pada saat yang sama, bermunculan broadcast pesan menyatakan Disdik Prov DKI mencabut kerjasamanya dengan Al Kahfi, beredar dengan cepat ke berbagai provinsi. Padahal berita ini tidak benar sama sekali. Akibatnya, ESA di beberapa daerah dibatalkan.

Analisis Pelaku dan Target

  1. Sebab timbulnya fitnah dari kompetisi tidak sehat.
  2. Diperkirakan pelakunya adalah kompetitor Al Kahfi di SLTA.
  3. Target fitnah, pihak Disdik dan sekolah menolak Al Kahfi membina siswa di SLTA.
  4. Target fitnahan buku Program Pelajar Jakarta Berkarakter adalah  :

          4.1. Buku PPJB direvisi.

          4.2. Akibatnya :

                4.2.1. Kegiatan Pembinaan Al Kahfi di sekolah dihentikan.

                4.2.2. Kerjasama Al Kahfi dan Disdik ditunda dan mengarah ke pembatalan.

          4.3. Di saat SLTA tidak ada pembinaan dari Al Kahfi, lalu mereka masuk ke SLTA.

          4.4. Mengopinikan buku PPJB di Jakarta direvisi dan kegiatan pembinaan dihentikan, mereka meminta

                Disdik daerah dan sekolah-sekolah di Indonesia, juga di hentikan dari pembinaan

                Al Kahfi. Lalu mereka yang masuk dengan tenang.

Demikian analisis kami, terima kasih.

Surabaya, 14 September 2015
 Ketua Yayasan Al Kahfi Pusat


  Suwari, S.H., M.Kom.I.  

---------------------------------------------------------------------

DSC07586

Foto bersama pengurus Yayasan Al Kahfi DKI Jakarta dengan DR. H. Fuad Thohari, M.A.

Pendapat Tokoh: DR. H. Fuad Thohari, M.A.
(Dosen Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Yayasan Al Kahfi sangat berkomitmen untuk menyebarkan ajaran Islam yang moderat; bukan Islam yang liberal dan juga bukan Islam yang radikal. Al Kahfi ingin menyebarkan Islam rahmatan lil 'alamin, di NKRI dengan keragaman suku, budaya, dan agama, sehingga semua bisa hidup harmonis, jauh dari kedengkian dan permusuhan satu sama yang lain. Al Kahfi salah satu misinya, mengembangkan pemahaman Islam yang moderat, sebagaimana didakwahkan para wali dan Ulama Indonesia, dan tentu saja misi Al Kahfi ini tidak sejalan dengan ajaran transnasional yang beberapa tahun belakangan ini masuk di negara Indonesia. Kalaupun belakangan ini ada tuduhan dan fitnah yang ditujukan kepada Yayasan Al Kahfi, diduga adalah bentuk iri dan kedengkian kelompok tertentu yang berkepentingan untuk menyebarkan ideologi transnasional yang bisa jadi beberapa tahun yang lalu menguasai rohis di Jakarta. Ternyata, siswa-siswa di Jakarta lebih antusias untuk mengikuti pelatihan ESA model Al Kahfi. Kondisi inilah -sekali lagi- diduga yang menjadi pemicu, datangnya tuduhan-tuduhan miring kepada Al Kahfi. Bahkan mereka bisa jadi sudah merasa kehilangan siswa siswinya dan sekarang tertarik mengikuti pelatihan ESA yang disampaikan Al Kahfi. (Disampaikan dalam pembukaan ESA di SMKN 3 Jakarta pada 4 September 2015).



dddd

Demikian analisis kami, terima kasih.

Last modified onThursday, 17 September 2015 06:19
Rate this item
(83 votes)
  • bernessa

    Kebenaran pasti akan terungkap dan dibalik yang memberitakan fitnah terssebut pasti akan terbuka

    posted by bernessa Tuesday, 15 September 2015 02:30 Comment Link

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Hubungi Kami

  • phone2016-model1

Login or Register

Facebook user?

You can use your Facebook account to sign into our site.

fb iconLog in with Facebook

LOG IN

Register

User Registration
or Cancel