Al Kahfi Cabang Malang : Sumbangsihku Untuk Korban Kelud

Gunung Kelud adalah satu dari 130 Gunung Berapi yang masih aktif di Indonesia. Gunung setinggi 1731 meter ini meletus dengan ketinggian semburan abu mencapai hingga 30 km ke udara, yang mengakibatkan jalanan tertutupi abu tebal, 2 hingga 3 cm. Gunung Kelud terletak di persilangan tiga daerah di Jawa Timur, yakni Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang.

Kabupaten Malang, tepatnya Kecamatan Ngantang dan Pujon merupakan wilayah paling parah yang terkena dampak letusan Gunung Kelud. Kecamatan Ngantang merupakan daerah paling dekat dengan kawah Kelud. Jaraknya hanya sekitar tujuh hingga sepuluh kilometer. Selain dipenuhi abu tebal, Kecamatan Ngantang juga terkena lontaran material vulkanik berupa batu berdiameter 5-8 sentimeter. Atap-atap rumah pun tertimpa pasir. Bahkan beberapa di antaranya roboh.

kelud malang 1

Tak perlu menunggu lama, kami Yayasan Al Kahfi Cabang Malang berupaya sekuat tenaga membantu saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk meringankan beban mereka. Sehari setelah mendengar adanya bencana tersebut,tepatnya 14 Februari 2014 kami langsung membentuk kepanitiaan agar dapat memberikan sumbangsih, entah moril maupun materiil. Beberapa dari panitia ada yang di bagi untuk melakukan survey ke daerah terkena dampak, guna mengetahui secara langsung kondisi para korban. Hal ini agar bantuan yang hendak kami berikan betul-betul tepat sasaran dan sesuai yang dibutuhkan oleh korban.

Karena banyaknya rumah yang rusak dan mewaspadai jikalau ada letusan susulan, maka warga diwajibkan mengungsi. Kondisi psikologis anak-anak tidak terlampau baik, mereka cukup takut jikalau letusan itu bisa membahayakan nyawa mereka. Jika awalnya mereka terbiasa bermain di tempat tinggal masing-masing, pada kondisi ini mereka tiba-tiba harus mengungsi, tidur di tempat yang tanpa sekat, dingin, dan berkumpul jadi satu bersama puluhan pengungsi yang lain.

Kondisi Posko Gedung I.S

Belum lagi yang posko pengungsiannya memuat ratusan pengungsi. Kondisi dengan udara yang tak sehat, kelembaban yang terlalu tinggi, alas tidur yang seadanya, makanan yang juga terbatas, belum lagi untuk MCK, pakaian, dan lain sebagainya. Apalagi jika melihat para orang tua yang harus memikirkan bagaimana rumah mereka yang sudah rusak parah, ternak mereka yang juga mati, sawah atau ladang yang tak mungkin tak kena imbas, pasti kerugian materi mereka juga tinggi.

Mungkin kita belum bisa memberikan bantuan jaminan masa depan bagi mereka, namun inilah yang bisa kami lakukan. Membantu meringankan beban hidup mereka secara jangka pendek. Agar mereka tidak merasa bahwa beban ini mereka sendiri yang memikulnya. Agar mereka merasa bahwa mereka masih memiliki saudara yang peduli dan mau membantu mereka di kala membutuhkan. Bukankah memang demikian karakter bangsa Indonesia?

Dari survey yang telah kami lakukan, terdapat 3 posko yang sangat membutuhkan uluran tangan dari kita, diantaranya posko di Balai Kelurahan desa Ngroto, posko Gedung I.S dan posko di SDN Ngroto. Setelah melakukan survey tersebut, sebagian dari panitia segera mencari kelengkapan-kelengkapan kebutuhan, sedangkan panitia yang selainnya bergerak melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar yang sekiranya berkeinginan pula untuk mengulurkan tangannya guna membantu sesama saudara yang menjadi korban bencana Kelud. Semakin massive sosialisasi semakin baik, namun mengingat waktu yang ada amatlah sempit karena pasti kondisi korban baik fisik maupun psikis tak mampu menunggu lebih lama, maka sosialisasi yang kami lakukan tak cukup optimal. Meskipun demikian, Alhamdulillah, dengan Rahmat Allah dan kesungguhan masyarakat yang telah berkontribusi, bantuan yang terkumpul cukup banyak.

Dengan usaha tersebut, Alhamdulillah pada tanggal 18 Februari 2014 kami bisa terjun langsung ke lokasi pengungsian korban Kelud di Kabupaten Malang untuk memberikan bantuan kepada mereka.

Setibanya kami di posko Gedung I.S

Kami segera mengunjungi posko-posko pengungsian yang sudah kami survey sebelumnya. Kunjungan pertama, kami lakukan di posko gedung I.S. Di tempat ini masih terasa betul dampak abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud. Para pengungsi berada pada kondisi yang serba terbatas. Meskipun tempatnya cukup luas, namun terasa amat lembab. Kalau malam udara bisa sangat dingin karena tempatnya tanpa sekat. Menurut pengungsi, mereka tiap hari hanya makan dengan sayur tewel dan tempe. Hal ini karena distribusi yang tidak merata. Banyak dermawan yang hanya memberikan bantuannya di posko yang berada di lokasi paling depan sehingga bantuan menumpuk di posko tersebut.

Kunjungan kedua kami pada hari itu adalah posko di Balai Kelurahan Desa Ngroto. Dengan guyuran hujan, kami mendatangi posko tersebut. Secara tempat, posko ini tidak seluas posko pertama, mungkin itu pula yang menyebabkan jumlah pengungsi juga tak sebanyak posko pertama. Setibanya kami di posko, kebanyakan dari pengungsi adalah anak-anak dan ibu-ibu. Menurut petugas, pada siang hari bapak-bapak kerap kembali ke lokasi rumah untuk melihat kondisi rumah dan berusaha menyelamatkan barang-barang berharga yang kemungkinan masih bisa diselamatkan. Padahal saat itu lahar dingin sudah mulai turun. Hal ini nekat mereka lakukan karena mereka memikirkan jaminan hidup ke depan. Harapan mereka, barang-barang yang terselamatkan bisa membantu bertahan hidup beberapa waktu sambil menunggu adanya pekerjaan yang bisa mereka lakukan lagi yakni berternak dan bertani.

Salah satu interaksi kami bersama korban bencana Kelud di posko Balai Kelurahan Ngroto

Kunjungan ketiga adalah di posko SDN Ngroto. Tempat istirahat mereka terbagi di beberapa kelas. Di posko ini lebih ramai oleh anak-anak, ada kurang lebih 30 anak-anak yang mengungsi disini. Kedatangan kami juga disambut oleh guyuran hujan dan angin yang cukup kencang. Kondisi tempat penampungan ini sangat terbatas secara fasilitas dan kotor karena terkena debu abu vulkanik dari semburan Gunung Kelud yang terus keluar. Air hujan yang mengalir membuat kondisi pengungsian semakin kotor karena becek.

Setibanya kami di posko ketiga yakni SDN Ngroto

Beberapa bantuan yang dapat kami berikan di masing-masing posko, antara lain :

  1. Hadiah untuk permainan berupa tas sekolah
  2. Bingkisan, berisi buku dan alat tulis, snack, susu sebanyak 150 paket
  3. Mie 18 Kardus
  4. Beras 8 Karung
  5. Air Mineral 10 Kardus
  6. Baju baru
  7. Baju bekas layak pakai
  8. Susu dan makanan bayi
  9. Pakaian dalam dewasa dan anak-anak masing-masing 4 Lusin
  10. Pakaian anak-anak dan balita 4 Lusin
  11. Selimut 2 Kodi
  12. Mukenah 25 Biji
  13. Handuk 2 Kodi
Games yang kami adakan untuk menghibur adik-adik korban Kelud

Keceriaan yang muncul di mimik wajah mereka membuat kami terharu dan bangga. Karena dalam kondisi seperti itu, mereka masih sangat semangat dalam menatap masa depan, mereka tidak tampak putus asa dan menyerah dengan keadaan. Mereka tabah dalam menghadapi cobaan ini. Sempat terpikir oleh kami, apakah kita yang tidak terkena imbas ini bisa setabah mereka jika menghadapi cobaan yang sama? Masihkah kita tetap survive, tidak menyalahkan kondisi namun justru menghadapi ini dengan kuat, dan percaya bahwa hari esok pasti akan lebih cerah, karena Allah tak mungkin meninggalkan hambaNya dan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambaNya?

Dari kegiatan ini kami amat sangat belajar, bagaimana mengasihi sesama, bagaimana ikhlas, bagaimana berbagi, tanpa harus melihat dari daerah mana mereka, dari golongan mana mereka, tapi melihat bagaimana dalam hal ini kita yang telah dilebihkan oleh Allah, harus memberikan apa yang kita punya untuk mereka.

Disisi lain kita juga harus melihat bagaimana mereka telah dilebihkan oleh Allah, mereka telah diberi cobaan namun mereka menunjukkan bahwa mereka bisa sangat tabah dalam menghadapi cobaan tersebut, kelebihan itulah yang patut kita tiru. Ini menjadikan kami semakin semangat dan bertekad akan terus melanjutkan misi kami dibidang sosial untuk senantiasa memberikan sumbangsih bagi bangsa ini, karena kita sama-sama tahu, bahwa Indonesia benar-benar masih sangat membutuhkan kita sebagai generasi muda untuk senantiasa mensejahterakan bangsa Indonesia di negerinya sendiri.

Keceriaan warga yang tampak di posko Balai Kelurahan Desa Ngroto
Pembagian Hadiah bagi adik-adik korban Kelud
Do’a bersama Panitia dari Yayasan Al Kahfi Cabang Malang dengan para korban Kelud di posko Gedung I.S

Terimakasih yang sebesar-besarnya kami haturkan pada masyarakat dan para donatur yang sudah membantu terwujudnya kegiatan kami di Malang dalam rangka meringkan beban saudara kita yang menjadi korban Kelud. Tanpa Rahmat Allah SWT dan tanpa kerjasama kita, tidak mungkin kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik. Semoga seluruh yang kita lakukan di ridhai oleh Allah SWT dan menjadi amal jariyah yang tak ada putus-putusnya. Amiin Yaa Robbal Alamin.

Last modified onThursday, 12 June 2014 04:50
Rate this item
(3 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Hubungi Kami

  • phone2016-model1

Login or Register

Facebook user?

You can use your Facebook account to sign into our site.

fb iconLog in with Facebook

LOG IN

Register

User Registration
or Cancel